Daftar Isi
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja merilis hasil intensifikasi pengawasan kosmetik 2026, dan angkanya sulit untuk diabaikan. Lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, dengan nilai ekonomi ditaksir mencapai Rp35,8 miliar, ditemukan dalam operasi serentak nasional, ditambah jutaan temuan lainnya yang ditandai secara online.
Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan hasil temuan ini dalam konferensi pers pada 13 Juli 2026, di auditorium Gedung Merah Putih, Jakarta. Artikel ini mengulas apa saja yang terungkap dari operasi penindakan tersebut, mengapa platform online seperti TikTok Shop mendapat pengawasan ekstra, dan apa artinya semua ini bagi brand kosmetik yang beroperasi secara legal di Indonesia.
1. Pendahuluan
Pengawasan kosmetik oleh BPOM bukanlah hal baru, namun skala temuan tahun ini menegaskan betapa besarnya peredaran kosmetik ilegal yang masih terjadi di Indonesia. Menurut Taruna Ikrar, hasil ini menunjukkan bahwa peredaran kosmetik ilegal masih meluas, sehingga kewaspadaan konsumen menjadi semakin penting.
Upaya penegakan ini mencakup dua ranah sekaligus: fasilitas distribusi fisik di seluruh negeri, dan kanal penjualan online, dengan perhatian khusus pada platform e-commerce dan social commerce, mengingat penjualan produk kecantikan di platform tersebut terus melonjak.
2. Angka-Angka di Balik Operasi Penindakan
Operasi serentak nasional ini dilakukan secara bersamaan di seluruh Indonesia dari tanggal 11 hingga 22 Mei 2026. Berikut gambaran singkat temuan BPOM:
3. Temuan BPOM di Jalur Distribusi Fisik
Petugas memeriksa 190 sarana distribusi dan menemukan 128 di antaranya, lebih dari dua pertiga, melanggar ketentuan yang berlaku. Dari sarana-sarana tersebut, BPOM mengidentifikasi 2.205 item kosmetik bermasalah, yang terbagi ke dalam empat kategori.
| Jenis Pelanggaran | Proporsi Temuan |
|---|---|
| Kosmetik ilegal (tanpa izin edar/notifikasi yang sah) | 86,83% |
| Kosmetik impor tanpa dokumen sertifikasi impor | 12,58% |
| Kosmetik mengandung bahan berbahaya atau dilarang | 0,32% |
| Kosmetik yang digunakan di luar definisi hukum “kosmetik” | 0,27% |
Menurut Taruna Ikrar, kosmetik impor ilegal mendominasi temuan, menyumbang lebih dari 90% dari seluruh pelanggaran yang teridentifikasi di jalur distribusi fisik.
4. Wilayah dengan Pelanggaran Terbanyak
Secara geografis, tiga wilayah menyumbang proporsi temuan terbesar: Tangerang, Bogor, dan Jakarta. Wilayah-wilayah ini berada di dalam jaringan distribusi dan logistik yang padat di kawasan Jabodetabek, yang kemungkinan turut berkontribusi pada tingginya angka temuan di daerah tersebut.
5. Mengapa TikTok Shop dan Marketplace Online Jadi Sorotan
Pengawasan tahun ini memberi perhatian khusus pada media online, dan alasannya sederhana: di sanalah perputaran uangnya paling besar. Berdasarkan data yang dipaparkan BPOM, kategori kecantikan, perawatan diri, dan skincare menempati posisi kategori produk dengan pendapatan tertinggi di TikTok Shop, menghasilkan sekitar Rp35,61 triliun dalam penjualan dengan pertumbuhan 79,73%.
Skala volume transaksi sebesar itu justru menciptakan peluang yang persis dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti disampaikan Taruna Ikrar, kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan kosmetik ilegal atau yang tidak memenuhi ketentuan.
6. Temuan BPOM di Ranah Online
Selain di sarana fisik, BPOM mengidentifikasi 9.042 tautan online yang melanggar ketentuan peredaran kosmetik, dengan estimasi nilai ekonomi sekitar Rp260,7 miliar, hampir tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan nilai temuan di jalur distribusi fisik.
Rincian pelanggaran online mencerminkan pola yang sama dengan temuan offline, namun proporsinya bahkan condong lebih besar ke arah produk ilegal: 95,24% kosmetik ilegal, diikuti 4,66% yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang.
7. Langkah Selanjutnya dari BPOM
Sebagai tindak lanjut, BPOM merekomendasikan penutupan tautan penjualan kosmetik ilegal yang telah teridentifikasi, dengan berkoordinasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).
Taruna Ikrar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik platform, penjual, distributor, maupun konsumen, untuk berperan aktif memastikan peredaran kosmetik di Indonesia tetap aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Apa Artinya Bagi Brand Kosmetik yang Legal
Bagi brand yang sudah terdaftar dengan benar, tingkat penegakan seperti ini pada akhirnya merupakan kabar baik, ini mempersempit kesenjangan antara kompetitor yang patuh dan yang tidak, serta menekan produk impor ilegal dan penjual tidak terdaftar yang selama ini mengikis kepercayaan konsumen terhadap keseluruhan kategori. Namun, ada beberapa implikasi praktis yang tetap perlu ditindaklanjuti.
- Pastikan status registrasi Anda masih berlaku — dengan lebih dari 2 juta unit tidak memenuhi ketentuan yang ditemukan, ada baiknya memastikan notifikasi BPOM, pelabelan, dan dokumen impor Anda benar-benar terkini, bukan sekadar diurus sekali lalu dilupakan
- Waspadai listing palsu atau tidak resmi dari produk Anda sendiri — temuan online menunjukkan bahwa marketplace dan platform social commerce membawa risiko nyata; memantau reseller yang tidak berwenang melindungi konsumen sekaligus reputasi brand Anda
- Jadikan kepatuhan yang terlihat sebagai keunggulan kompetitif — seiring penegakan yang semakin intensif dan kesadaran konsumen yang terus tumbuh, nomor notifikasi BPOM yang ditampilkan dengan jelas menjadi pembeda yang nyata, bukan sekadar formalitas
- Jangan berasumsi bahwa keaslian sama dengan kepatuhan — produk impor asli tetap membutuhkan registrasi resmi di Indonesia dan dokumen impor yang lengkap agar bisa dijual secara legal
9. Kesimpulan
Temuan BPOM tahun 2026 menggambarkan situasi yang jelas: kosmetik ilegal masih beredar luas di Indonesia, baik melalui jalur distribusi konvensional maupun, yang semakin marak, melalui platform online yang berkembang pesat seperti TikTok Shop. Produk impor tanpa dokumen yang lengkap menyumbang sebagian besar dari temuan tersebut, dan pelanggaran online kini memiliki estimasi nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan temuan di jalur fisik.
Bagi brand kosmetik yang benar-benar berkomitmen pada pasar Indonesia, kesimpulannya jelas: registrasi BPOM yang tepat dan dokumen impor yang lengkap bukan formalitas yang bisa diabaikan, melainkan hal yang membedakan produk yang legal dan tepercaya dari jutaan unit tidak memenuhi ketentuan yang terus ditarik regulator dari rak toko maupun platform online.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak kosmetik tidak memenuhi ketentuan yang ditemukan BPOM pada 2026?
BPOM menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik tidak memenuhi ketentuan di jalur distribusi fisik, dengan estimasi nilai ekonomi Rp35,8 miliar, ditambah 9.042 tautan yang melanggar secara online dengan estimasi nilai Rp260,7 miliar.
Apa jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan?
Kosmetik ilegal tanpa notifikasi BPOM yang sah menjadi proporsi terbesar, yaitu 86,83% dari temuan fisik dan 95,24% dari temuan online. Kosmetik impor tanpa dokumen impor yang lengkap menyumbang sebagian besar sisanya.
Mengapa BPOM memberi perhatian khusus pada TikTok Shop dan platform online?
Produk kecantikan, perawatan diri, dan skincare menempati posisi kategori produk dengan pendapatan tertinggi di TikTok Shop, menghasilkan estimasi Rp35,61 triliun dengan pertumbuhan 79,73%, sehingga menciptakan peluang besar yang dimanfaatkan oleh penjual ilegal.
Apakah brand kosmetik asli dan dikenal secara internasional tetap bisa dinyatakan ilegal di Indonesia?
Ya, bisa. Keaslian produk tidak bisa menggantikan notifikasi BPOM dan dokumen impor yang sah. Produk impor asli tetap perlu didaftarkan secara resmi agar dapat dijual secara legal di Indonesia.
Apa yang dilakukan BPOM terhadap listing ilegal yang ditemukan secara online?
BPOM merekomendasikan penutupan tautan penjualan ilegal yang telah teridentifikasi, dengan berkoordinasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).
Pastikan Kosmetik Anda Sepenuhnya Sesuai Ketentuan BPOM
Dengan lebih dari 2,1 juta kosmetik tidak memenuhi ketentuan yang ditemukan hanya di tahun 2026, registrasi yang tepat bukan lagi sekadar opsional. Layanan Registrasi Kosmetik dari INSIGHTOF Consulting Indonesia membantu brand mengamankan notifikasi BPOM yang sah, menyiapkan dokumen impor yang lengkap, dan memastikan Anda tetap berada di sisi yang benar dari regulasi Indonesia.




