Indonesia telah memperjelas regulasi untuk penjualan air minum kemasan yang disebut “pH tinggi” atau alkaline. Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 62/2024 dan peraturan BPOM, semua air minum kemasan harus memenuhi standar SNI yang wajib sebelum pendaftaran. Khususnya, “Air Minum pH Tinggi” kini telah didefinisikan dan diatur secara formal.
Kebijakan baru ini mensyaratkan sertifikat SNI untuk produk ini dan memperlakukannya sebagai makanan olahan dengan risiko “menengah-tinggi”, dengan dokumentasi dan pengujian yang lengkap.
Standar SNI Wajib untuk Air Minum Kemasan
Berdasarkan Permenperin 62/2024, semua produk air minum kemasan tunduk pada SNI. Regulasi ini mencantumkan lima standar SNI utama untuk berbagai jenis air. Secara khusus:
| Standar SNI | Jenis Produk | Deskripsi |
|---|---|---|
| SNI 8982:2021 | Air Minum pH Tinggi | Mendefinisikan produk dan persyaratan kualitas (kandungan mineral, tingkat pH, kemurnian, dll). Memastikan komposisi air dan kontaminan sesuai dengan parameter keamanan dan kesehatan. |
| SNI 3553:2023 | Air Mineral Kemasan | Menentukan parameter untuk air mineral (kandungan mineral alami, bahan tambahan yang diizinkan, uji keamanan). |
| SNI 6241:2023 | Air Demineralisasi | Mencakup air yang dimurnikan melalui proses seperti distilasi atau RO, memastikan memenuhi standar kemurnian. |
| SNI 6242:2023 | Air Mineral Alami | Berlaku untuk air kemasan langsung dari mata air alami, dengan pemrosesan yang terkontrol. |
| SNI 7812:2021 | Air Embun | Mencakup air yang diproduksi dengan mengondensasikan embun alami dalam kondisi terkontrol. |
Setiap SNI menetapkan definisi produk, komposisi yang diizinkan (misalnya kandungan oksigen atau mineral minimum), dan metode pengujian. Untuk air pH tinggi, SNI 8982:2021 pada dasarnya menetapkan tingkat pH minimum dan memerlukan uji laboratorium (misalnya untuk mineral, koliform, bromat jika ozon digunakan) untuk mensertifikasi keamanan.
Pendaftaran BPOM: Risiko Menengah-Tinggi dan Dokumen yang Diperlukan
Karena air pH tinggi memerlukan SNI, BPOM mengklasifikasikannya sebagai makanan olahan dengan risiko menengah-tinggi. Menurut Peraturan BPOM No. 23/2023, produk dalam kategori risiko ini harus menyertakan dokumentasi komprehensif saat mengajukan pendaftaran pasar.
Dokumen yang Harus Disiapkan:
- Formula & Bahan Produk: Berikan komposisi terperinci atau daftar bahan, termasuk sumber air dan bahan tambahan apa pun.
- Detail Produksi: Jelaskan proses manufaktur, alur produksi, dan titik kontrol in-line.
- Masa Simpan dan Kode Produksi: Sertakan bukti dari studi stabilitas atau masa simpan dan jelaskan sistem kode batch atau lot Anda.
- Desain Label: Kirimkan draft label kemasan (dalam Bahasa Indonesia) yang menunjukkan semua klaim dan informasi yang diperlukan. Setelah disertifikasi, label ini harus menyertakan tanda SNI.
- Surat Kuasa Agen: Untuk ekspor, terbitkan Surat Penunjukan kepada distributor Indonesia atau agen lokal.
- Analisis Laboratorium: Kirimkan sertifikat analisis untuk produk akhir, yang mengonfirmasi kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Ini termasuk uji mikrobiologis dan kimia. Jika Anda mencantumkan nilai gizi, sertakan juga analisis kandungan nutrisi.
- Sertifikasi SNI: Yang paling penting, lampirkan Sertifikat SNI (SPPT SNI) yang valid untuk SNI 8982:2021, bersama dengan hasil uji lab pendukung yang membuktikan produk memenuhi parameter SNI.
- Dokumen Impor (jika berlaku): Untuk produk impor, siapkan foto produk yang jelas (menunjukkan label asing), terjemahan tersumpah, Free Sale atau Health Certificate dari negara asal, dan Surat Penunjukan.
Timeline dan Tenggat Waktu
Mandat SNI Kementerian Perindustrian (Permenperin 62/2024) kini berlaku. BPOM telah mengonfirmasi bahwa mulai 21 April 2025, semua pendaftaran baru untuk air pH tinggi harus menyertakan sertifikat SNI.
| Periode | Tindakan yang Diperlukan |
|---|---|
| Sekarang – Akhir 2024 | Mulai proses sertifikasi SNI segera jika belum. Ajukan ke badan sertifikasi yang ditunjuk (LSPro), dan kirimkan produk Anda untuk pengujian lab di fasilitas terakreditasi. Karena sertifikasi SNI (Tipe 5) mencakup audit pabrik dan analisis lab, mungkin memerlukan beberapa bulan. Tindakan awal sangat penting. |
| Awal 2025 | Mulai menyiapkan dokumen pendaftaran BPOM Anda. Kumpulkan dossier yang diperlukan, koordinasi dengan perwakilan lokal Anda, dan pastikan semua label berbahasa asing diterjemahkan dan divalidasi. |
| Sebelum 21 April 2025 | Pastikan setiap pendaftaran baru menyertakan kepatuhan SNI. BPOM akan menolak aplikasi yang tidak memiliki sertifikat SNI. Tenggat waktu ini, yang ditekankan dalam pemberitahuan publik BPOM, selaras dengan tanggal penegakan SNI Kementerian. |
Rekomendasi Strategis
Untuk memenuhi regulasi ini dan menangkap peluang pasar, perusahaan harus mengambil langkah-langkah berikut:
1. Libatkan Badan Sertifikasi Sejak Dini
Hubungi lembaga sertifikasi terakreditasi BSN (LSPro) sesegera mungkin. Konfirmasikan bahwa penyedia uji lab Anda terakreditasi untuk menguji semua parameter yang diperlukan—pH, mineral, kontaminan, dan lainnya. Ingat, sertifikasi mengikuti skema sertifikasi produk Tipe-5.
2. Tinjau Formulasi Produk
Periksa kembali komposisi air Anda untuk memastikan memenuhi persyaratan SNI 8982:2021. Misalnya, jika Anda menggunakan perlakuan ozon, rencanakan pengujian bromat. Pra-pengujian produk Anda dapat membantu menghindari penundaan selama sertifikasi.
3. Pastikan Kepatuhan Label & Dokumen
Rancang label dalam Bahasa Indonesia dan verifikasi bahwa semua klaim kesehatan dan gizi didukung oleh data pendukung. BPOM akan meneliti klaim untuk produk berisiko menengah-tinggi dengan cermat. Selain itu, kumpulkan semua dokumen ekspor yang diperlukan—seperti sertifikat kesehatan—dan siapkan terjemahan tersertifikasi.
4. Bermitra Secara Lokal
Jika Anda mengekspor, tunjuk mitra Indonesia yang dapat diandalkan. Perwakilan lokal dapat menavigasi sistem pendaftaran SIINas BPOM, mengelola komunikasi regulasi, dan membantu dengan masalah bahasa atau logistik.
5. Pantau Pembaruan Regulasi
Tetap terinformasi tentang pengumuman BPOM dan revisi SNI. Misalnya, beberapa wilayah seperti Bali telah memberlakukan pembatasan ukuran botol. Selalu verifikasi kepatuhan Anda dengan aturan nasional dan lokal.
6. Rencanakan Waktu dan Anggaran dengan Tepat
Faktorkan biaya dan waktu tunggu untuk sertifikasi SNI dan pendaftaran BPOM. Ini termasuk biaya pengujian dan aplikasi. Misalnya, biaya pendaftaran SNI 8982 sekitar Rp2,3 juta. Masukkan ini ke dalam timeline perencanaan Anda.
Biarkan INSIGHTOF Membantu Anda!
INSIGHTOF telah membantu lebih dari 430 produk berhasil terdaftar di Indonesia. Kami mengkhususkan diri dalam pendaftaran kosmetik dan alat kesehatan, pendaftaran makanan dan minuman, importasi, dan kepatuhan pasca-pasar. Dengan tim regulasi ahli kami, Anda akan menghindari kesalahan yang merugikan dan membawa produk Anda ke pasar dengan cara yang benar.





